Tenggang Tiga Minggu Tuntaskan Masalah Air PDAM

Tenggang Tiga Minggu Tuntaskan Masalah Air PDAM
ILUSTRASI

TEGAS.CO.WAKATOB i- DPRD Wakatobi memberi batas waktu selama tiga minggu ke depan kepada Dirut Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) agar segera menuntaskan masalah pengairan air bersih di lima desa yang terdampak.

Hal ini merupakan salah satu rekomendasi dewan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antar Dirut PDAM dan warga, di gedung DPRD, Senin 28 November 2022.

Politisi Golkar Sukardi menilai waktu tiga minggu itu merupakan waktu yang cukup lama bagi PDAM untuk melakukan perbaikan sistem pengairan. Sebab masalah air bersih ini adalah masalah kebutuhan primer bagi warga setempat.

“Ini adalah masalah kebutuhan dan kepentingan masyarakat orang banyak di lima desa yang terdampak. Bagi saya waktu tiga minggu itu lama karena masalah ini sudah hampir satu bulan belum ada hasil maksimal dari PDAM,” ucapnya dalam forum RDP.

Menurut dia, solusi saat ini adalah bagaimana Pemda menjamin ketersediaan air bersih agar warga tidak membeli air per cergennya, sembari Pemda memastikan pengadaan mesin pompa baru.

“Sekali-kali kita tabrak mekanisme pengadaan. Sambil jalan konsultasi ke BPK. Mereka pasti akan mengerti karena ini kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Senada, Wakil Ketua DPRD, La Ode Nasrullah juga menghendaki agar pihak PDAM tidak perlu memperbaiki mesin yang rusak. Sebab, kata dia, berdasarkan pengalaman di Desa Liya, contohnya, mesin rusak yang diperbaiki akan cepat kembali rusak.

“Kalau kita perbaiki yang rusak pasti tidak lama lagi akan rusak, jadi lebih baik beli baru,” ucapnya.

Sementara itu, anggota DPRD lain, Wa Fey menyesalkan kinerja PDAM selama ini karena masalah tersebut hampir sebulan belum menemukan solusi.

“Mana tanggung jawab PDAM. Warga butuh solusi karena air merupakan kebutuhan dasar,” kesalnya.

Menanggapi hal tersebut, Plt Direktur PDAM Wakatobi, Saoruddin meminta waktu tiga minggu untuk persoalan tersebut. Ia menambahkan, bahwa pasokan air bersih di lima desa tersebut terhenti karena mesin pompa air yang menyuplai desa disambar petir sejak 2 November 2022, lalu.

“Terkait solusi jangka pendek, PDAM akan berkoordinasi dengan Pemadam Kebakaran untuk membantu menyuplai air bersih di lima desa yang terkena dampak,” katanya.

Dia mengungkapkan, tindakan yang telah dilakukan pihaknya dengan mencoba memasang mesin pompa air dari desa, namun upaya itu tidak menuai hasil.

“Untuk itu, kami sudah berusaha periksa dan perbaiki kerusakan mesinnya tetapi belum bisa berfungsi karena kapasitas mesinnya kecil sehingga tidak mampu mendorong air naik ke bak penampungan,” tambahnya.

Terkait saran dan masukan dari anggota DPRD, kata dia, pihaknya juga tengah mencari mesin baru dengan kapasitas yang sama, dengan estimasi harga Rp 250 juta di Jakarta.

REPORTER: RUSDIN

REDAKSI