Utang Tim Pasangan HATI di Pilkada Ditagih, Pelaku Disomasi

 

Utang Tim Pasangan HATI di Pilkada Ditagih, Pelaku Disomasi
Pengacara Jayadin La Ode mensomasi tim pengumpul dana kampanye pasangan Haliana – Ilmiati inisial HN dan UD

tegas.co.,wakatobi-
Rusman warga Mandati II (dua) Kecamatan Wangsel, Kabupaten Wakatobi, mengaku meminjamkan uangnya kepada HN dan UD, untuk biaya pemenangan pasangan HATI. Modusnya, uang tersebut akan digandakan setelah Pilkada usai.

Ironinya, janji tinggal janji, utang pun tak kunjung dibayar. Plus, bunganya, yang diiming-imingkan 10 kali lipat, dari nominal utang. Disebutnya, HN dan UD merupakan bagian dari tim pengumpul dana kampanye pasangan Haliana-Ilmiati (HATI) pada Pilkada 2022 lalu.

Merasa ditipu. Rusman pun lewat kuasa hukumnya, melayangkan somasi kepada kedua pelaku inisial HN dan UD.

“Kami sudah sampaikan somasi kedua, sekaligus terakhir kepada HN dan UD untuk segera menunjukan itikad baik agar mengembalikan dan menyelesaikan kewajibannya,” ucap Jayadin La Ode, kuasa hukum Rusman, Rabu (16/11/2022).

Ia mengungkapkan kliennya menyerahkan uang senilai Rp 100 juta kepada HN, lewat salah satu agen BRI link di Wangsel (Wangi-wangi Selatan). Nantinya uang itu, kata dia, akan dikembalikan seusai Pilkada.

“Klien saya telah dirugikan secara materil dan immaterial oleh kedua oknum peminjam tersebut. Di mana uang mereka pinjam dari klain saya, beserta kewajiban lainnya belum juga ditunaikan sampai hari ini,” ungkapnya.

Lanjut ia mengatakan, sudah tiga tahun, kliennya menunggu itikad baik dari pelaku. Terbaru, kata dia, kliennya kembali dijanjikan oleh HN akan diberikan proyek daerah.

“Tanggal 15 November kemarin, kliennya saya kembali dijanjikan oleh HN dan menjamin diberikan proyek daerah kepada kliennya saya,” katanya.

Jayadin La Ode menegaskan bahwa kasus yang ia dampingi itu merupakan murni kasus penipuan. Di mana telah memenuhi unsur kesalahan (schuld) dan memenuhi kualifikasi tindak pidana penipuan.

“Hal ini dikuatkan dengan beberapa bukti seperti kwitansi dan bukti-bukti lainnya,” tukasnya.

Ditempat berbeda, HN mengakui hal tersebut. Ia mengatakan bahwa uang itu diperuntukan untuk biaya Pilkada Wakatobi 2020 lalu.

“Begini uang itu (seharusnya) diambil UD tapi dia suruh saya. (Uang itu ditarik) melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) lewat BRILink,” ucapnya.

Media ini pun mencoba mengkonfirmasi persoalan tersebut kepada Bupati Wakatobi Haliana melalui via WhatsApp (WA).

Terlihat pesan WA media ini dibaca oleh pasangan duet Ilmiati ini. Namun hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan dari Bupati haliana.

Reporter: Rusdin