Utang Tim, Haliana Belum Merespon

 

Utang Tim, Haliana Belum Merespon
Tampak Bupati Wakatobi Haliana diapit para bawahannya (PNS) dalam sebuah forum aspirasi di halaman kantor bupati

tegas.co.,wakatobi – Bupati Wakatobi Haliana diam, dan belum merespon soal utang tim pendukung ketika wartawan tegas.co mempertanyakan kasus tersebut melalui via WhatsApp-nya, Rabu (16/11/2022).

Adalah Rusman, warga Mandati II (dua), mengaku ditipu oleh inisial HN dan UD, tim sekaligus pendukung pasangan HATI, dengan meminjamkan uang. Dia dijanjikan uang tersebut akan dikembalikan 10 kali lipat usai Pilkada.

“Klien saya telah dirugikan secara materil dan immaterial oleh kedua oknum tersebut. Di mana uang mereka pinjam dari klain saya, beserta kewajiban lainnya belum juga ditunaikan sampai hari ini,” ungkap Pengacara Rusman, Jayadin La Ode, (16/11/2022).

Rusman pun kembali mendapat janji manis dari HN tanggal 15 November lalu, dengan iming-iming akan diberikan proyek daerah.

Terkait hal ini, HN mengakui. Ia mengatakan bahwa uang itu diperuntukan untuk biaya Pilkada Wakatobi 2020, silam.

“Begini uang itu (seharusnya) diambil UD tapi dia suruh saya. Transaksinya tunai dan dihadapan pemilik BRILink,” ucapnya.

Sebelumnya, Jayadi La Ode menjelaskan bahwa kliennya menyerahkan uang senilai Rp 100 juta kepada HN, lewat salah satu agen BRI link di Wangsel (Wangi-wangi Selatan). Uang itu nantinya, kata dia, akan dikembalikan seusai Pilkada.

Selain itu, Lanjut dia, uang yang dipinjamkan kepada HN tersebut, dan digunakan untuk biaya pasangan Haliana-Ilmiati itu dijanjikan akan dikembalikan 10 kali lipat.

“Sehingga hitung-hitungan kami, sejak uang itu diberikan 2019 hingga 2022, maka nominal rupiah yang akan diterima oleh klien saya sebesar 1 Milyar,” ucapnya.

Lebih jauh ia mengatakan, untuk langkah awal, pihaknya pun telah memberi peringatan keras kepada HN dan UD melalui somasi.

Bahkan, ujar Jayadi La Ode, pihaknya akan meminta klarifikasi kepada pasangan calon Haliana – Ilmiati Daud, yang saat ini Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi. Pasalnya, tindakan HN dan UD mencatut nama Bupati Wakatobi dalam permasalahan hukum tersebut.

“Selain itu, pihak kami akan menyampaikan permintaan informasi data tim pemenang pasangan calon Pilkada Wakatobi tahun 2020 pada KPU Kabupaten Wakatobi,” ungkapnya.

Kendati, kedua oknum tim pasangan HATI itu telah melakukan penipuan pada kliennya. Di mana telah memenuhi unsur kesalahan (schuld) dan memenuhi kualifikasi tindak pidana penipuan.

“Hal ini dikuatkan dengan beberapa bukti seperti kwitansi pengambilan dan bukti-bukti lainnya, dan juga saksi,” katanya.

“Kami sudah menyampaikan somasi kedua sekaligus terakhir pada HN dan UD untuk segera beretika baik untuk mengembalikan dan menyelesaikan kewajibannya kepada klien kami,” tegasnya

Reporter: Rusdin