Sebut KONI Bermasalah, Pemda Wakatobi Gila Urus Cabor ke Porprov

Sebut KONI Bermasalah, Pemda Wakatobi Gila Urus Cabor ke Porprov
Suasana pelantikan Ketua KONI Wakatobi H. Hamiruddin beserta jajaran pengurusnya oleh Plt KONI Provinsi Sultra La Ode Suryono, pada 2021 lalu.

TEGAS.CO., WAKATOBI – Wakil ketua KONI Muhammad Ali menyebut Pemerintah daerah (Pemda) Wakatobi gila urusan. Pun tidak mempunyai hak mendelegitimasi keabsahan KONI Wakatobi sebab Pemda bukan lembaga Pengadilan.

“Tidak ada perintah konstitusi yang memberi kewenangan kepada Pemda berkenaan dengan kedudukan, status, apalagi soal keabsahan. Itu kan coddo alias gila urusan,” kata Wakil Ketua KONI Wakatobi Muhammad Ali, dalam rilisnya, Rabu (9/11/2022).

Muhammad Ali menyayangkan ucapan Kepala bidang Pemuda Olahraga Salih Boy menyebut KONI Wakatobi bermasalah. Ia menegaskan bahwa pihak yang berhak mendelegitimasi KONI Wakatobi adalah organisasi KONI itu sendiri atau Pengadilan, yang memiliki kewenangan.

Sedangkan Pemda, baik itu Bupati Wakatobi maupun Dispora tidak memiliki kewenangan untuk menjustifikasi tentang keabsahan KONI Wakatobi.

“Kalau KONI Wakatobi di buat seolah olah bermasalah atau di permasalahkan oleh Pemda Wakatobi itu mungkin. Kalau pun Dispora yang bertindak atas nama Pemda Wakatobi mungkin mau mengklaim atau ingin mengelola anggaran bantuan atau hibah wajib KONI,” ucapnya.

Anehnya, ujar Ali, Dispora telah menempatkan diri sebagai lembaga yang mewadahi Pengurus Cabang olahraga di daerah. Pun dapat memfasilitasi sejumlah Cabor ke Porprov. Terkait hal ini, kata dia, Pemda Wakatobi gila urusan.

“KONI Wakatobi sebagai lembaga yang memiliki cabor dan terlegitimasi oleh KONI provinsi Sulawesi Tenggara dan yang di undang dalam Porprov Sultra 2022 sebagai peserta telah siap. Kok Pemda yang gila urusan,” ucap anggota DPRD Wakatobi ini.

Lebih lanjut ia menjelaskan hubungan KONI Wakatobi, yang merupakan organisasi mandiri, dan Pemda hanya lah sebatas penerima dan pemberi bantuan dana hibah kepada KONI.

“Lucu yang di undang (panitia Porprov) KONI Wakatobi yang ngotot mau berangkat dan urus Cabor Dispora. Eh… malah Pemda bicara soal sah organisasi atau tidak,” ketutnya.

Sebelumnya, KONI Wakatobi bakal memberangkatkan para atlet untuk ikut tanding dalam kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV, yang berlangsung di Kabupaten Buton dan Kota Baubau, pada 26 November mendatang. Meskipun tanpa ada pendanaan dari Pemda Wakatobi.

Wakil sekretaris KONI Wakatobi Abdul Rahman mengatakan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kabupaten Wakatobi siap mendukung dan mensukseskan iven tiga tahunan itu dengan mengirim para atlet-atlet untuk ikut bertanding.

“Ini adalah Iven kegiatan KONI, tentu kami sebagai pengurus KONI kabupaten insah Allah akan mengirimkan beberapa Cabor untuk mengikuti pertandingan olahraga,” ucapnya.

Abdul Rahman menegaskan, kegiatan Porprov merupakan kegiatan yang dilaksanakan dibawah naungan KONI provinsi. Sehingga bagi Cabor yang ingin bertanding harus mendapat tiket lewat rekomendasi KONI kabupaten.

“Salah, bila Cabor tersebut hanya memegang rekomendasi Pemda. Nantinya Cabor itu akan di diskualifikasi karena tidak memenuhi syarat,” ungkapnya.

REPORTER: RUSDIN

REDAKSI

1 komentar

Komentar ditutup.