Tidak Dilibatkan Soal Rencana Subsidi BBM Listrik, Politisi Golkar: Cobalah Pemda Hargai DPRD

TEGAS.CO., WAKATOBI – Politisi Golkar Badalan kecewa dengan sikap Pemerintah daerah (eksekutif) yang hanya melihat DPRD sebelah mata. Hal ini soal kerjasama Pemda dan PT PLN terkait rencana pemberian Bahan Bakar Minyak (BBM) pembangkit tenaga listrik di dua pulau.

“Cobalah Pemerintah daerah (Pemda) hargai juga ini DPRD, kami juga punya legitimasi untuk itu,” ucap Badalan, dalam rapat KUA-PPAS perubahan, di Kendari, Rabu (28/9/2022).

Dia menuturkan, sejauh ini DPRD tidak pernah dilibatkan dalam hal membicarakan rencana tersebut. Padahal, kata dia, Pemda sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan pihak PLN soal subsidi BBM pembangkit listrik ini.

Sebagai Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD, Ia menegaskan bahwa Peraturan Pemerintah (PP) nomor 12 tahun 2018 tentang pengelolaan keuangan daerah, telah memerintahkan unsur dalam pemerintahan itu, tak terkecuali DPRD, ikut serta didalamnya.

“Artinya bahwa jika program itu berkaitan dengan anggaran daerah maka wajib DPRD dilibatkan,” ungkapnya.

“Apalagi pimpinan, anggota DPRD yang lain pun tidak pernah dilibatkan soal pertemuan Pemda dengan pihak PLN itu,” kata legislator dari Dapil Kaledupa ini.

Meski demikian, lanjutnya, DPRD tetap mendukung bila hal itu untuk kepentingan masyarakat. Tetapi, harus sesuai regulasi (aturan) yang ada. Bilamana kerjasama tersebut dilanjutkan.

Menanggapi hal tersebut, Pj Sekda Wakatobi Kamaruddin mengatakan pihaknya menyadari bahwa kelalaian itu sungguh tidak disadari oleh pihak eksekutif.

Penjabat Sekda yang menggantikan La Jumadin ini kembali mengatakan bahwa hal itu merupakan kesalahan, dengan tidak mengundang pihak legislatif dalam pertemuan itu. Akan tetapi, dia janji hal tersebut akan diperbaikinya.

“Saya minta maaf karena tidak melibatkan DPRD dalam beberapa kali rapat pertemuan bersama pihak PLN untuk membicarakan subsidi BBM listrik 24 jam di dua pulau,” ucap Kepala Dinas PUPR ini.

Perlu ditahu, pemberian BBM pada pembangkit tenaga listrik atau dikenal subsidi BBM listrik, yang akan dibebankan di ABPD, untuk PT PLN itu direncanakan tahun ini.

Pulau yang akan dijamak yakni pulau Kaledupa dan Binongko. Dua pulau ini diketahui masyarakatnya masih belum menikmati listrik 24 jam.

Rencana subsidi BBM listrik di dua pulau oleh Pemda diungkapkan Bupati Wakatobi Haliana dalam tiap-tiap momen. Walhasil, sejauh ini Pemda dan pihak PT PLN, Sulselbar, telah meneken kerjasama antar pihak.

Reporter: Rusdin

Editor/ Publsiher: Yusrif