Pemda Beberkan Perubahan Pendapatan dan Belanja 2022: DAU dan DAK Non Fisik Turun

TEGAS.CO., WAKATOBI – Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara mengajukan usulan perubahan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022, lewat rancangan perubahan KUA-PPAS.

Dalam rapat paripurna DPRD bersama Pemda, Bupati Wakatobi Haliana melalui Asistennya, Nursidiq membeberkan beberapa rencana perubahan anggaran. Seperti, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2022.

Menurut dia, dalam rancangan KUA-PPAS perubahan ini, Pemda meningkatkan target pendapatan daerah sebesar Rp 7,78 miliar. Hal ini dipengaruhi adanya dana transfer bagi hasil pemerintah pusat sebesar Rp 8,18 miliar.

“Untuk target PAD tahun 2022 mengalami penurunan sebanyak Rp 400,4 juta atau 1,11 persen,” ucapnya, Jum,at (23/9/2022).

“Sementara itu target pendapatan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik pada tahun 2022 ini, juga turun,” tambahnya.

Selain itu, kata dia, Pemda juga telah mengusulkan perubahan target belanja daerah sebesar Rp 86,10 miliar atau 10,10 persen. Hal ini disebabkan adanya penambahan alokasi kegiatan yang sifatnya khusus.
Seperti, perencanaan kegiatan infrastruktur untuk tahun 2023. Di antaranya; penyiapan lahan, dokumen lingkungan, serta kegiatan lainnya berdasarkan prioritas pembanguan daerah,”

Tak hanya itu, Pemda juga menjelaskan terkait alokasi belanja Silpa (Sisa lebih pembiayaan anggaran) tahun sebelumnya, yang mengalami peningkatan cukup fantastik. Kenaikannya mencapai seratus persen lebih.

“Untuk alokasi anggaran penerimaan, pembiayaan yang bersumber dari Silpa tahun 2021 pada ABPD sebelum perubahan di targetkan sebesar Rp 50,13 miliar. Pada perubahan APBD di targetkan sebesar 128,78 miliar, naik sebesar 78,65 miliar rupiah atau 156, 89 persen,” jelas Nursidiq.

Lanjut dia menjelaskan, alokasi penerimaan Silpa yang di rencanakan pada perubahan KUA dan PPAS tersebut, terdiri dari Silpa peruntukkan khusus dan Silpa murni.

Silpa khusus, sambung dia, dipengaruhi dari sisa kas tahun sebelumnya pada BLMD, dana Bos, JKN, e-KTP, utang pihak ketiga, termaksud juga sisa DAK fisik dan DAK non fisik serta sisa-sisa dana khusus lainnya.

Sementara, Silpa murni yang telah digunakan sebelumnya pada APBD sebelum perubahan sebesar Rp 50,13 miliar. Hal ini bakal digunakan untuk persiapan pelaksanaan infrastruktur tahun 2023. Meliputi; perencanaan fisik, pengadaan lahan, maupun penyusunan dokumen lingkungan.

“Serta akan digunakan pada pemenuhan kegiatan lain, yang merupakan prioritas pembangunan daerah,” ujarnya.

Reporter: Rusdin