Kembali Tagih Janji Kampanye, Eks Relawan HATI: Saya Berdosa Membantu Mereka

TEGAS.CO,. WAKATOBI – Sejumlah massa yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat Wakatobi mengelar aksi demonstrasi kembali menuntut janji kampanye Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi Haliana – Ilmiati Daud (HATI), Senin (19/19/2022).

Massa yang menggelar demonstrasi di depan kantor Bupati Wakatobi ini mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan Polisi Pamong Praja (Pol PP).

Mantan relawan milenial HATI, akronim pasangan duet Haliana-Ilmiati, Rahman mengatakan bahwa kecewa telah mendukung pasangan HATI saat pilkada lalu, sebab sampai saat ini belum ada satu pun janji kampanye yang belum terealisasi.

Menurut dia, satu tahun lebih kepemimpinan Haliana bersama Ilmiati Daud sudah ada program mereka yang direalisasikan namun hingga kini masih belum dirasakan.

“Dimana janji Bupati Haliana yang memberikan anggaran sebesar Rp 1 milyar perdesa, kapal murah, listrik 24 jam di pulau Kaledupa dan Binongko. Dan janji-janji lainnya,” cetusnya.

Dia berujar, bahkan progam udang vaname yang telah memakan anggaran daerah ratusan juta pun tidak nampak hasil.

“Jangankan mewujudkan janji, mempertahankan pesawat yang telah di perjuangkan oleh mantan Bupati Wakatobi Hugua dan Arhawi, sudah tidak mampu,” ucapnya.

Bupati Wakatobi Haliana saat ini, kata dia, hanya menikmati dan meresmikan sejumlah program yang dilakukan oleh Bupati Wakatobi sebelumnya.

“Saya merasa berdosa karena telah ikut membantu Haliana dan Ilmiati Daud jadi Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi,” katanya.

Senanda, Arman Saputra mengritik ketidakpatuhan Bupati Wakatobi dalam menjalankan perintah undang-undang. Misalnya saja, menegakkan aturan sanksi pada Lurah Patipelong, Safiun.

Seperti keputusan lainnya, yakni rekomendasi dewan dan KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara) terkait Surat Keputusan Bupati yang cacat prosedural. Bahkan putusan Pengadilan Tata Usaha Tinggi Negara (PTUN) soal hasil Pilkades Lentea, belum dilaksanakan oleh pemerintah saat ini.

“Stabilitas daerah ini ada pada pemimpin daerah (bupati,red). Dia tidak mampu menjalankan kepemimpinannya dengan amanah,” tegasnya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, terlebih lagi perekonomian di Wakatobi saat ini makin lesu akibat ketidakmampuan bupati mengelola anggaran daerah.

“Hari ini yang tumbuh pesat di Wakatobi hanya premanisme. Setiap aktivitas yang memprotes kebijakan Bupati Wakatobi Haliana, selalu di takut – takuti oleh preman,” katanya.

Reporter: Rusdin

Publisher: Yusrif