Ampara Sultra: Bupati Copot Safiun

TEGAS.CO., WAKATOBI – Aliansi Masyarakat Pemerhati Sulawesi Tenggara atau Ampara Sultra meminta Bupati Wakatobi Haliana mencopot Lurah Patipelong, Kecamatan Tomia Timur Safiun, pelaku nikah siri. Kamis (8/9/2022)

Armin Saputra menilai Bupati Wakatobi Haliana telah salah melantik Safiun sebagai lurah sebab telah melukai harkat dan martabat perempuan. Bupati, kata dia, diduga melindungi pelaku nikah siri tersebut.

“Ditengah kondisi seorang perempuan tak berdaya karena mendapatkan kekerasan psikis oleh suaminya. Bupati Wakatobi justru memberi apresiasi kepada pelaku dengan memberi jabatan lurah,” ucapnya.

Dia menceritakan, untuk mendapatkan keadilan Nurhayati, istri Safiun, memberanikan diri ke Jakarta. Ini pun dilakukannya sebab ia (Nurhayati,red) tidak mendapat keadilan di pemerintah daerah hari ini.

“Hati siapa yang tak remuk, sudah mendapatkan perlakuan tidak baik dari suaminya, Bupati malah memberinya (Safiun) jabatan. Di mana hatimu bupati?,” ketutnya.

Kata dia, di Jakarta, Nurhayati mengadukan keluh kesahnya ke beberapa lembaga, seperti; Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Badan Kepegawaian Negara (BKN), Komnas Perempuan, dan Ombudsman RI.

“Atas rentetan berbagai upaya yang dilakukan olehnya (Nurhayati) untuk mendapatkan keadilan, kita bisa melihat bagaimana seorang bupati Wakatobi tidak menghargai seorang perempuan.” pekik Armin.

Filman Ode menambahkan, sebagai mana pasal 1 ayat (2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 94 Tahun 2021 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), Bupati mempunyai kewenangan menetapkan pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian PNS.

“Jika merujuk pada tugas dan kewenangan seorang bupati maka sudah seharusnya dia dapat memberikan kepastian hukum atas tindakan amoral tersebut,” ungkapnya.

Dia melanjutkan mestinya lurah patipelong tersebut telah dijatuhi sanksi agar tindakan tersebut tidak diikuti oleh PNS lain.

“Bukan diberi reward. Apalagi diangkat menjadi lurah. Ini sudah mencederai hati nurani dan aturan yang berlaku,” ucapnya.

Diketahui, Safiun, diangkat Lurah Patipelong, Kecamatan Tomia Timur yang telah menikah siri dengan seorang guru di salah satu SD Negeri di Tomia Timur berstatus Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K). Kendati, masalah ini pun sampai ke polisi.

*LURAH SAFIUN TERANCAM SANKSI DISIPLIN BERAT*

Terkait hal ini, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Wakatobi Hasan, Kamis (1/9/2022), mengatakan, bupati telah membentuk tim untuk menyelidiki kasus tersebut. Tim itu, kata dia, sudah memeriksa Safiun atas kasus dugaan pelanggaran disiplin.

“Atas rekomendasi KASN itu, pak bupati sudah bentuk tim. (Safiun) sudah diperiksa atasan langsung,” katanya.

Kendati demikian, Hasan masih memilih untuk tidak membocorkan hasil pelanggaran lurah Patipelong itu.

“Sudah ada dugaan. Tapi itu belum bisa saya ekspos karena itu rahasia,” ujarnya.

Setelah itu kami akan periksa nanti, untuk penjatuhan hukuman disiplin sebab sudah ditemukan dugaan. Kata dia, dalam aturan safiun akan berhentikan dari jabatannya.

“Penjatuhan hukuman disiplin ASN berat, Itu ada tiga macam; Penurunan jabatan satu tingkat lebih rendah, pembebasan selama 12 bulan dari jabatan, dan pemberhentian dengan hormat atas tidak permintaan sendiri,” jelasnya.

Reporter: Rusdin

Publisher: Yusrif