Mantan Sekda Wakatobi “Dijatuhi” Sanksi Berat Terkait Disiplin ASN

TEGAS.CO., WAKATOBI – Pemberhentian Sekretaris daerah (Sekda) Wakatobi La Jumadin masih mengisahkan masalah. Pasalnya, selain diduga tidak prosedural, juga sanksi yang dijatuhkan merupakan disiplin berat bagi ASN.

Plt Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Wakatobi Hasan, mengatakan pemberhentian atau pencopotan jabatan Sekda La Jumadin oleh Bupati Wakatobi Haliana merupakan bagian hasil penelurusan tim dari Pemerintah provinsi (Pemprov).

“(Pemberhentian sekda) semua melalui mekanisme dan sudah prosedural,” ucapnya di gedung DPRD, Wangi-Wangi Selatan, Kamis (1/9/2022)

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelusuran tim, yang dibentuk oleh Gubernur Sultra Ali Mazi, ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh eks Sekda Wakatobi.

“Sebelumnya ada rekomendasi dari temuan teman-teman tim Pemrov, dimana ada dugaan pelanggaran disiplin berat, yang didalamnya berdampak negatif bagi negara,” kata Hasan.

Saat ditanya wartawan apa bentuk pelanggarannya. Mantan Kabag hukum Setda ini tidak menjelaskan secara gamblang. Ia hanya memberikan penjelasan pada media terkait pasal yang disangkakan pada eks Sekda tersebut.

“Bentuk (pelanggaran) ada pada pasal 3 dan 4 dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 tahun 2021 tentang disiplin ASN, serta Peraturan BKN Nomor 6 tahun 2022,” ujarnya.

Sementara, eks Sekda Wakatobi La Jumadin menganulir pemberhentian dirinya itu tidak sesuai mekanisme. Ia menepis alasan dalam surat pemberhentian itu tidak sesuai fakta.

Anehnya lagi, kata dia, hasil temuan itu tidak pernah dikonfrontir oleh tim Inspektur Sulawesi Tenggara kepada dirinya.

“Kalau memang ada pelanggaran yang saya lakukan seharusnya ada Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Tapi ini tiba-tiba saja di panggil Bupati, langsung saya diberi surat pemberhentian,” ungkapnya.

“Harusnya jika memang ada kesalahan, seharusnya ada pemeriksaan terlebih dulu dari inspektorat provinsi terkait pelanggaran yang saya lakukan,” ujarnya.

Namun hal ini ditepis Hasan. Ia mengatakan bahwa temuan itu telah dikonfirmasi tim Pemrov ke Sekda Wakatobi La Jumadin kala itu.

“Saat itu ia (La Jumadin) didatangi sama tim inspektorat provinsi,” katanya.

Reporter: Rusdin

Publisher: Yusrif