Lewat Eks Timsusnya, Haliana Ingin Bungkam Suara Aktivis

TEGAS.CO., WAKATOBI – Rahman, seorang aktivis mengaku mendapat tawaran dari eks Tim Sukses (Timsus) Haliana-Ilmiati Daud (HATI) agar berhenti menyoroti kebijakan Pemerintah.

“Saya mau disogok untuk jangan demo-demo Bupati Wakatobi tapi saya tidak mau. Karena saya tidak mau bekerja dengan bupati penipu,” ungkapnya dalam Unras di depan pasar Wanci, Marina, Wangi-Wangi, Jumat (26/08/2022).

Dalam aksi Unjuk rasa (Unras) itu, Rahman menjelaskan dirinya dipanggil ke rumah salah seorang eks tim sukses HATI. Pada pertemuan itu, dirinya diminta untuk tidak mengritisi kebijakan Pemda dibawah kepimpinan Bupati Haliana.

Sebagai imbalannya, kata Rahman akan diberikan uang hingga dijanjikan pekerjaan.
Namun, ia mengaku menolak tawaran itu.

“Saya tidak mau bekerja dibawa rezim pemerintahan yang dzolim,” ujar eks Tim Milenial HATI ini.

Lebih jauh Rahman menjelaskan, belum ada satu pun janji politik Haliana yang terealisasi. Ia menganggap beberapa program kebijakan yang sudah di jalankan Pemda saat ini (dinilai) gagal.

“Udang vaname dan bawang merah, mana?yang telah menghabiskan anggaran ratusan juta, bahkan mungkin sudah milyar. Mana janji satu milyar satu desa itu?,” tanyanya.

Aksi Unras Aliansi Pemuda Mahasiswa Wakatobi menggugat ini tidak mendapat respon Bupati Haliana. Aksi Unras itu digelar di depan kantor bupati wakatobi, hingga pukul 16.00 WITA.

Sementara itu, media ini mencoba mengkonfirmasi terkait hal tersebut kepada Bupati Haliana lewat pesan WhatsApp. Hanya dibaca tapi tidak dibalas.

Perlu ditahu, aksi Rahman dkk menyoroti kepemimpinan Bupati Wakatobi Haliana terkait pengawasan Pemda. Serta, dugaan material galian C illegal yang dibawa dari luar daerah pengembangan pelabuhan wanci (pangulubelo).

Terkait hal ini, Bupati Wakatobi Haliana mengatakan pihaknya tidak memiliki kewenangan mengawasi proyek tersebut karena pelabuhan pangulubelo berstatus pelabuhan nasional dengan bersumber anggaran dari Kementerian Perhubungan.

Begitu pula dengan material galian C yang di datangkan dari luar daerah, Pemda Wakatobi tidak punya kewenangan mengawasi persoalan itu.

“Persoalan seperti apa statusnya (galian C) yang di bawa ke sini, kita tidak punya kewenangan, yang punya kewenangan Syahbandar, KP3,” ungkapnya.

Reporter: Rusdin

Editor/ Publsiher: Yusrif