La Jumadin Sebut Pencopotan Dirinya Sebagai Sekda Wakatobi Tidak Prosedural

TEGAS.CO., WAKATOBI – Bupati Wakatobi, Haliana mencopot jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) La Jumadin. Hal ini dibenarkan Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Hasan, pada Kamis (25/8/2022).

Ia mengatakan bahwa La Jumadin dijatuhi sanksi disiplin, dan berujung pada pemberhentian 25 Agustus 2022. Hal ini pun tidak banyak dijelaskannya.

“Penetapan SK-nya hari ini. Artinya, kewenangannya (La Jumadin) tidak ada terhitung hari ini. Sementara juga harusnya pelaksana harian (Plh) ini hari,” ucapnya.

Dia kembali mengatakan, sanksi disiplin yang berujung pencopotan jabatan Sekda itu diberikan tenggang waktu oleh bupati selama 12 bulan terhitung mulai Kamis, dini hari.

“Masa berlaku hukuman disiplin itu kan hari kerja ke 15, berarti terhitung mulai besok sampai tanggal 15 September,” katanya.

Sementara, La Jumadin, saat dikonfirmasi, menuturkan bahwa pencopotan dirinya tidak sesuai mekanisme. Bahkan, ia menepis alasan dalam surat pemberhentiannya itu tidak sesuai fakta.

Ia menjelaskan dalam surat pemberhentian itu, atas dasar surat inspektur Sulawesi Tenggara nomor R.700/08/IRVES/INSP.2022 tanggal 10 Agustus 2022 perihal hasil pemeriksaan pelanggaran disiplin PNS di lingkup Pemda Kabupaten Wakatobi.

Mirisnya, ia mengaku tidak pernah dipanggil pihak Inspektur Sulawesi Tenggara untuk mengklarifikasi dasar surat pemberhentiannya tersebut.

“Kalau memang ada pelanggaran yang ia lakukan seharusnya, ada Berita Acara Pemeriksaan. Tapi ini tiba-tiba saja Bupati panggil saya baru kasi surat pemberhentian,” ungkapnya.

Mestinya, ia katakan kalau memang ada kesalahan, seharusnya ada pemeriksaan terlebih dahulu dari inspektorat provinsi terkait pelanggaran yang saya lakukan.

Lanjut La Jumadin mengungkapkan, sebelum surat itu diterima, dirinya sejak dulu diminta oleh bupati Wakatobi untuk memundurkan diri karena desakan tim.

“Bupati Wakatobi sebut ada desakan tim untuk saya secepatnya memundurkan diri, saya bilang sabar dulu, atas dasar apa saya mau memundurkan diri. Tiba-tiba bupati keluarkan surat pemberhentian,” ujarnya.

Kendati pemberhentiannya itu ia terima dengan lapang dada, tapi ia merasa pemberhentian tersebut merupakan tindakan sewenang-wenang Bupati Wakatobi Haliana kepada dirinya.

“Sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian harusnya beliau lakukan teguran dulu kepada saya melalui tim yang dia bentuk, inikan tidak pernah. Saya hanya mau mencari keadilan,” ucapnya.

Reporter: Rusdin