Pemerintah Pusat Tetapkan Wakatobi Sebagai Daerah Kemiskinan Ekstrim

TEGAS.CO,. WAKATOBI – Kabupaten Wakatobi salah satu daerah otonom yang menjadi program prioritas percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem yang ditargetkan pemerintah pusat.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menetapkan 17 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara (Sultra) dari 301 daerah sebagai wilayah prioritas percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem 2022-2024.

Hal itu ditegaskan dalam surat keputusan Kemenko PMK nomor 25 tahun 2022. Bagian dari Instruksi presiden (Inpres) nomor 4 tahun 2022. Tujuh belas kabupaten dan kota di Sultra ini salah satunya adalah Kabupaten Wakatobi.

Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Data pada Badan Statistik Pembangunan (BPS) Kabupaten Wakatobi, Nur Kamal mengatakan tahun 2021 jumlah penduduk Kabupaten Wakatobi yang dibawah garis kemiskinan berjumlah 14,91 persen.

Hal ini terjadi peningkatan ketimbang 2020 sebanyak 14,31 persen. Kata dia, peningkatan angka kemiskinan 2021 itu disebabkan dampak Covid-19.

“Secara makro, penduduk miskin di Kabupaten Wakatobi meningkat 2021 sebesar 14,91 persen dibandingkan tahun lalu,” ucapnya saat ditemui, Senin (11/7/2022).

Jika merunut kebelakang, sambung dia, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Wakatobi pada tahun sebelumnya menurun. Sebut saja, tahun 2018 sebesar 14,85 persen dan 2019 turun menjadi 14,75 persen.

“Mengapa terjadi peningkatan di 2021? Itu tadi, dikarenakan dampak Covid. Hampir semua kabupaten dan kota, dan bahkan secara nasional meningkat,” ujarnya.

Dari data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) mencatat bahwa, Wakatobi memiliki tingkat kemiskinan ekstrem pada 2020 sebanyak 8,76 persen, dan penduduk miskin ekstrem-nya berjumlah 8,24 ribu jiwa. Sedangkan jumlah penduduk miskin tercatat 14,31 persen atau 13,75 ribu jiwa.

Sementara untuk tingkat kemiskinan ekstrem di tingkat provinsi Sulawesi Tenggara diangka 4,8 persen atau 131,59 ribu jiwa. Kemiskinan ekstrem di Sultra tersebut merupakan bagian dari penduduk miskin sebesar 11 persen atau 301,82 ribu jiwa.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pusat tingkat kemiskinan ekstrem pada 2021 secara nasional adalah 4 persen atau 10,86 juta jiwa. Sedangkan angka kemiskinan 26,5 juta atau 9,71 persen. Pemerintah pusat pun menargetkan tingkat kemiskinan ekstrem bisa mencapai nol persen pada 2024.

Reporter: Rusdin

Editor/ Publisher: Yusrif