KPJ Ingatkan Janji Kampanye HATI Direalisasikan

TEGAS.CO., WAKATOBI – Sejumlah massa yang tergabung dalam Koalisi Parlemen Jalanan (KPJ) menggelar aksi demontrasi di depan kantor bupati, Selasa (1/3/2022). Massa menagih janji Bupati Wakatobi Haliana.

KPJ mengingatkan pasangan Ilmiati Daud itu, untuk menyanggupi janji politik yang pernah diucapkan semasa kampanye. Di antaranya, janji menurunkan harga sewa kapal sebesar Rp 120 ribu.

Koordinator lapangan (Korlap) Emen Lahuda menegaskan janji tersebut sampai saat ini belum juga disanggupi. Bahkan, kondisi saat ini sewa kapal khususnya Kendari-Wanci masih tergolong mahal.

“Mana janji-nya mau hadirkan kapal cepat. Mau turunkan sewa kapal menjadi Rp 120 ribu. Kami katakan Bupati Wakatobi pembohongan,” pekiknya.

Dia juga mengingatkan janji program Rp 1 miliar per desa. Ia khawatir bahwa janji tersebut akan berbenturan dengan aturan. Menurut kajian KPJ, janji tersebut belum mempunyai dasar hukum.

“Ini sangat berpotensi terjadinya korupsi. Sebab, anggaran tersebut belum ada pedomannya dan anggaran desa sudah ditetapkan beserta penjabarannya di dalam peraturan perundang-undangan,” katanya.

Selain itu, Massa KPJ juga menyoroti kebijakan bupati Wakatobi terhadap sistem merit ASN yang di nilai melabrak aturan terkait mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemda Wakatobi.

Kata dia, dengan adanya surat teguran dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), yang merekomendasikan sejumlah pegawai yang dimutasi dikembalikan di jabatan semula membuktikan bahwa Pemda saat ini tidak memahami aturan perundangan-undangan.

“Kebijakan bupati soal sistem merit ASN seperti menonjob pegawai tidak prosedural, rotasi, mutasi dan pengangkatan kepala sekolah yang dilakukan sewenang-wenang, kami anggap melabrak aturan,” ucapnya.

Sekedar diketahui, aksi hari itu membuat massa KPJ kecewa. Sebab, harapan ingin bertemu Bupati Haliana tak kesampaian. Informasi yang diterima, Bupati Haliana bersama jajaran OPD tengah melakukan kegiatan Musrembang di pulau-pulau.

Namun untuk memastikan, massa meminta mengecek secara langsung ke ruangan gedung kantor bupati. Dibawa pengawasan petugas, massa aksi geruduk ke ruang dinas bupati. Hasilnya, nihil alias kosong.

Sempat terjadi cek cok antar massa aksi dan petugas. Namun hal itu tidak membuat jalannya aksi ricuh. Hingga akhir, aksi berjalan aman dan tertib.

“Kami akan datang lagi untuk temui bupati. Kami akan tagih janji-nya,” ucap Emen Lahuda.

Reporter: Rusdin

Editor: Yusrif