Ini Alasan Kegiatan GTRA Summit Wakatobi 2022 Diundur

TEGAS.CO., WAKATOBI – Pelaksanaan kegiatan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Summit 2022 di Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) diundur sampai Juni.

Menurut Sekda Wakatobi, La Jumadin, Kementerian ATR/BPN telah menyampaikan perubahan waktu dengan mengeser rencana kegiatan pada Juni. Hal itu disebabkan merebaknya jumlah kasus virus Omicron, varian baru Covid-19, yang melanda Indonesia.

“Penyebab mundurnya waktu kegiatan itu lebih kepada pandemi Covid-19 varian baru Omicron, yang sementara treknya naik,” ucapnya, Rabu (23/2/2022).

Dikatakan La Jumadin, pelaksanaan GTRA Summit 2022 merupakan agenda kegiatan Kementerian ATR/BPN dan Kantor Pertanahan Sultra, yang ditempatkan di Wakatobi sebagai lokasi kegiatan.

Semula, acara Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini direncanakan pada Maret mendatang.

Lanjutnya, untuk mensukseskan kegiatan skala nasional itu, pemerintah daerah (Pemda) Wakatobi telah membentuk panitia. Pun telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi.

“Kita harus bantu untuk mensukseskan acara, apalagi direncanakan akan dihadiri presiden RI,” ujarnya.

Kembali ia mengatakan, untuk komitmen, pemda juga telah mengusulkan pergeseran Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), sebagai upaya mendukung pelaksanaan kegiatan.

“Kami sudah masukan usulkan ke DPRD terkait anggaran kegiatan GTRA. Mudah-mudahan saja DPRD merestui,” katanya.

Lebih jauh ia mengatakan, anggaran yang direncanakan untuk kegiatan GTRA Summit sebesar Rp 2,2 milyar. Di cubitkan dari pos anggaran Biaya Tak Terduga (BTT). Selain itu, ada pula anggaran dari Pemprov dan Kementerian.

“Anggaran dari Pemda nantinya akan digunakan untuk mobilitas, seperti ongkos nginap tamu, sewa transportasi dan beberapa hal lain, yang mendukung pelaksanaan kegiatan GTRA,” ujar La Jumadin.

Reporter: Rusdin

Editor: Yusrif