DPRD Wakatobi Ngebut Bahas Lima Raperda, Salah Satunya Inisiatif Dewan

TEGAS.CO., WAKATOBI – Jelang akhir tahun, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wakatobi ngebut membahas lima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pada masa sidang I (pertama), Selasa (23/11/2021).

Lima Raperda itu yakni raperda tentang Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (RAPBD) 2022, Raperda terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026.

Lanjut, raperda tentang perubahan status Perusahan Air Minum Daerah (PDAM) jadi PDAM Tirta Matahora dan Raperda perubahan atas peraturan daerah Nomor 3 tahun 2018 terkait penyertaan modal pada PDAM serta Raperda inisiatif DPRD soal pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.

“Sejumlah raperda itu bagian dari agenda kegiatan dewan di masa sidang pertama ini sehingga semoga bisa membawa manfaat bagi pembangunan khususnya pada masyarakat,” ucap Ketua DPRD Hamiruddin.

Kata Hamiruddin, untuk memaksimalkan waktu, pihaknya akan kerja maraton. Sebab, keseluruhan raperda tersebut sangat penting untuk difinalisasikan kedalam peraturan daerah.

“Oleh karena itu akan diupayakan bisa kami tuntaskan tahun ini,” tambahnya.

Raperda yang berasal dari pemerintah itu telah masuk dalam pidato penjelasan bupati. Nantinya, hal itu akan dilanjuti dengan tanggapan para anggota dewan, tentunya lewat Banggar dan pandangan fraksi-fraksi.

Sementara untuk raperda inisiatif yang diusulkan melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD dalam rapat paripurna siang itu dokumennya telah diserahkan ke pemerintah (eksekutif) untuk dipelajari.

“Kami serahkan rancangan Perda ini untuk ditindak lanjuti oleh pemerintah daerah demi desa lebih baik lagi,” ucap Ketua Bapemperda DPRD, Badalan saat menyerahkan dokumen itu kepada Sekda Wakatobi.

“Kami terima dokumennya, selanjutnya kami (Pemkab) akan mempelajarinya,” sahut Sekda La Jumadin manakala mewakili bupati.

Reporter: Rusdin

Editor: Redaksi