Memilukan!, Akhir Semester Daya Serap APBD Wakatobi Dibawah Tujuh Puluh Persen

TEGAS.CO.,WAKATOBI – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat daya serap anggaran yang dilaporkan setiap OPD pada akhir semester 2021 dengan total dibawah angka tujuh puluh persen.

“Untuk keseluruhan hasil Laporan Realisasi Anggaran (LRA) pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu mencapai angka 68,5 persen per Oktober kemarin,” ucap Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPKAD, Nur Bahtiar, Selasa (16/11/2021).

Nur Bahtiar mengatakan, hal itu dipengaruhi adanya instansi OPD yang memiliki daya serap anggaran masih rendah, seperti pada Dinas Perumahan dan Tata Ruang dan RSUD masing-masing realisasi anggarannya diangka 40 persen.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diangka 10 persen. Hal ini disebabkan adanya tambahan anggaran dari pusat pada perubahan ABPD 2021 sebesar Rp 18 Miliar, dari pagu semula mereka Rp 4 miliar. Kendati dana tersebut untuk dana rekontruksi.

“Tadinya sudah angkat 80 persen realisasinya, setelah ada tambahan dana dari pusat kini turun menjadi 10 persen. Sama halnya pada dinas perumahan,” jelasnya.

Selain hal itu, kata dia, biasanya juga ada faktor lain yang menyebabkan daya serap anggaran ditiap-tiap OPD rendah, khususnya pada OPD yang bersentuhan langsung dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik.

“Biasanya daya serap kecil (OPD) itu disebabkan banyak pihak ketiganya. Sebab ada OPD yang secara langsung melakukan kontrak kerjasama dengan pihak ketiga. Pihak ketiga ini biasanya akan menarik dana (besar). Biasanya itu terjadi kalau bukan Oktober atau Desember. Tergantung masa kontrak mereka dengan OPD teknisnya,” tambah Nur Bahtiar.

Selebihnya, ujarnya, rata-rata berjalan normal. Misalkan pada Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) sudah mencapai diangka 90 persen. Sebab pada instansi tersebut hanya mengandalkan belanja rutin kantor.

“Ada pula sudah mencapai 60 dan 70 persen. Sehingga nilai itu fluktuatif lah,” ucapnya.

Ia pun mengklaim meskipun capaian angka tersebut sudah memasuki akhir semester, tapi ia menyakini bahwa kondisi tersebut masih dianggap biasa-biasa saja.

“Kalau untuk rutin, normal. Tapi bukan juga tidak normal yang lainnya tetapi semua itu menunggu selesainya kontrak kerja pihak tiga,” pungkasnya.

Reporter: Rusdin

Publisher : B_Khan