APBD-P 2021: Anggaran Berbasis Kinerja Hingga Target Tak Tercapai

Rapat paripurna DPRD bersama Pemkab Wakatobi tentang rancangan Perda APBD perubahan 2021.

TEGAS.CO., WAKATOBI – Postur perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) tahun 2021 Pemerintah kabupaten (Pemkab) Wakatobi menitik beratkan pada hasil (output) kinerja. Hal ini terlihat pada pidato penjelasan umum Bupati Wakatobi, dalam rapat bersama DPRD, Senin (27/9/2021).

Sekretaris daerah (Sekda) La Jumadin, mengatakan rancangan Perda APBD perubahan 2021 ini merujuk pada nota kesepakatan antar Pemkab (eksekutif) dan legislatif tentang perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA-P) dan perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS-P).

“Rencana kerja anggaran pada satuan unit SKPD sesuai dengan makna dan hakekat pendekatannya pada sistem anggaran berbasis kinerja,” katanya.

Hal tersebut, ujarnya, dengan memerhatikan dokumen perencanaan yang telah ada. Perubahan kebijakan umum APBD yang disusun saat ini semoga dapat mengakomodir dinamika permasalahan pembangunan daerah dan tuntutan kebutuhan masyarakat sesuai kemampuan keuangan yang tersedia.

Ia melanjutkan, seiring dengan perkembangan pelaksanaan program dan kegiatan telah mengalami perubahan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah. Hal ini terlihat pada perubahan asumsi dan kebijakan pembiayaan daerah.

“Sehingga menyebabkan nilai target awal APBD pada perubahan APBD 2021 pemerintah saat ini mengalami penurunan atau defisit pada kebijakan belanja daerah,” ucapnya.

La Jumadin menambahkan, target belanja daerah pada APBD direncanakan sebesar Rp 1 triliun. Kendati angka itu terkoreksi turun pada rancangan ABPD perubahan, menjadi Rp 948 milyar. Hal ini dipengaruhi sejumlah komponen belanja daerah, diantaranya belanja modal dan belanja transfer.

“Sementara komponen belanja operasi mengalami peningkatan sedangkan komponen belanja tak terduga tidak mengalami perubahan,” ungkapnya.

Reporter: Rusdin

Editor: Yusrif